15 Januari 2026
Abortus atau aborsi spontan adalah kondisi keguguran yang terjadi secara alami tanpa adanya tindakan medis atau kesengajaan. Abortus atau aborsi spontan adalah umumnya terjadi pada trimester pertama kehamilan dan sering kali membuat Bunda merasa sedih, kaget, bahkan menyalahkan diri sendiri. Padahal, sebagian besar kasus abortus atau aborsi spontan disebabkan oleh faktor yang tidak dapat dikendalikan oleh ibu hamil.
Penyebab abortus atau aborsi spontan adalah paling sering adalah kelainan kromosom pada janin. Selain itu, abortus atau aborsi spontan adalah juga dapat dipicu oleh infeksi, gangguan hormon, penyakit kronis seperti diabetes, tekanan darah tinggi, serta kondisi rahim yang tidak mendukung kehamilan. Gaya hidup tidak sehat, kelelahan berlebih, dan stres juga dapat meningkatkan risiko abortus atau aborsi spontan.
Gejala abortus atau aborsi spontan adalah biasanya meliputi perdarahan dari jalan lahir, nyeri perut bagian bawah, kram hebat, serta keluarnya jaringan dari vagina. Jika Bunda mengalami tanda-tanda abortus atau aborsi spontan adalah, segera konsultasikan ke tenaga medis agar mendapatkan penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi lanjutan.
Mengalami abortus atau aborsi spontan adalah bukanlah kesalahan Bunda. Dukungan emosional dari keluarga dan tenaga kesehatan sangat penting untuk pemulihan fisik dan mental. Dengan pemahaman yang tepat tentang abortus atau aborsi spontan adalah, Bunda dapat lebih siap menjaga kesehatan kehamilan berikutnya dan tetap optimis menatap masa depan.